SUTERA|KASIH SEINDAH MEWANGI KESTURI DI TAMAN SURGA

Rasulullah bersabda:"Tidak beriman seseorang diantara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."<HR Bukhari dan Muslim>
 
CATATAN

Thursday, May 27, 2004

 

 

LANJUTAN... 

...melanjutkan cerita saya. Subhanallah, memang betul menikah itu benar-benar indah. Ada rasa tersendiri yang tidak bisa rasakan ketika masih 'single'. Maaf, bukan hanya saja pada hubungan biologis semata namun juga sebuah ukiran kebahagiaan, kesenangan, ketentraman di dalam berbagai aspek tertentu ketika kita sedang bersama sang istri. Timbul namanya hal-hal yang begitu fantastis bila sudah menikah.

Bagi seorang pria beristrikan janda, kebahagiaan dan kesenangan itu tidak sefantastis yang dirasakan seorang pria yang beristrikan gadis. Alasannya mengapa? Didalam sebuah riwayat; Rasulullah bertanya kepada salah seorang sahabatnya, "Dengan siapa kau menikah?"sahabat itu menjawab,"Dengan janda ya Rasulullah",lalu Rasulullah pun berkata,"Mengapa engkau tidak menikahi gadis saja?karena dengannya engkau bisa bermain-main. Dari hadits itu bisa ditarik alasannya kan mengapa sebaiknya memilih seorang gadis.

Dalam hal psikologis, seorang janda telah berpengalaman membina rumah tangga, tentu juga berpengalaman menghadapi lelaki, rasa malu dan manjanya akan berkurang terhadap lelaki yang mungkin akan menjadi suami barunya. Karena rasa kedewasaannya ia tak mungkin seperti dulu lagi. Dimana saat-saat gadis, hal yang selalu diinginkan dari suaminya adalah bermain, bercanda, bersenda gurau dan bermanja-manja dengan penuh kasih sayang. Masa-masa gadis, adalah saat ia mulai mengenal sosok seorang pria, begitu ia menikah, ia ingin sekali dicintai, diperhatikan dan disayangi.

Istri saya tergolong wanita yang manja, ingin selalu diperhatikan saya, diajak kemanapun berkeliling berdua dan saya juga melihat betapa cemburunya dia. Tak boleh ada satupun wanita yang terlihat berbicara ke saya, entah itu bicara langsung, telepon atau sekedar SMS. Kecuali saudara atau adik kandung. Menanggapi sifat istri saya ini, saya hanya bisa tersenyum dan bangga kepadanya. Ia memang terlalu mencintai saya.

Dulu pernah saya ceritakan proses taaruf saya sebelum dia, saya ungkapkan satu persatu akhwat yang pernah berproses dengan saya. Mulai dari kelebihan akhwat itu, kekurangannya... pokoknya lengkap deh. Tapi yang ada malah istri saya menangis. Tentu saja saya hentikan cerita itu, saya pun bingung dan cuma bisa meminta maaf sambil memeluknya.

Dari situ saya terus belajar untuk menjadi seorang suami yang menyenangkan.

Ah, sekarang istri saya sudah hamil hampir 3 bulan. Tiap malam saya bercanda dengan janin dalam kandungannya. Istri saya hanya tersenyum, minta diajak bercanda juga. Walau masih dalam kandungan, sepertinya saya sudah memahami betul perilaku dan sifat calon anak melalui tingkah laku istri saya selama ini ketika hamil. Misalnya Tiap pagi istri suka mules-mules bila belum mengantarkan saya berangkat kerja. Rasa mules itu hilang jika maksudnya kesampaian, dan itu berlangsung tiap pagi. Istri saya suka berdandan dan mandi agak lama, kata orang bakalan yang lahir nanti anaknya pasti perempuan deh. Menanggapi komentar itu, saya hanya bisa mengucapkan syukur kepada Allah. Siapapun anak saya nanti, bagaimana rupanya atau perempuankah, cowokkah...mudah-mudahan dia seorang anak yang shalih[ah], berbakti sama orang tuanya dan pinter.

Memang cerita tentang anak tidak ada habisnya. Saya benar-benar rindu ingin memilikinya. Celotehnya, tangisnya, tawanya... dirindukan.



PENGUMUMAN
Belum ada pengumuman






BEGIN STORY Kau Yang Terindah

Nama :
Web  :
Pesan :

Blogger.com

(c) Hakcipta Terpelihara. Thanks to Raihan

Engineered by Nanda SyauQi.