SUTERA|KASIH SEINDAH MEWANGI KESTURI DI TAMAN SURGA

Rasulullah bersabda:"Tidak beriman seseorang diantara kamu hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."<HR Bukhari dan Muslim>
 
CATATAN

Thursday, May 27, 2004

 

 

BEGIN STORY 

Bersyukur saya dapat menulis lagi di webblog ini. Rasa rindu untuk mengungkapkan ide dan curahan hati dalam pikiran ingin dituang ke dalam blog ini. Insy Allah ada cerita yang ingin saya sampaikan.

Mungkin diawali cerita tentang pernikahan saya kemarin. Alhamdulillah segalanya berjalan lancar, walau persiapan mengalami suatu hambatan yang hampir saja acara pernikahan saya itu batal, pasalnya orang tua istri saya belum begitu menyetujui saya menikah dengan putrinya, disebabkan karena beda suku, faktor adat juga jadi penentu. Akhirnya, dengan nasrullah (pertolongan ALLAH) segalanya dimudahkan oleh Allah. Orang tua istri saya dilembutkan hatinya dan proses khitbah sukses. Padahal semasa khitbah saya sempat pusing, karena dana walimah sudah habis duluan disebabkan lain suatu hal. Dan alhamdulillah, banyak yang memberi saya dukungan dan bantuan sehingga proses acaranya bisa dilaksanakan. Bahkan orang tua kami berdua pinginnya cepat-cepat kami menikah. Subhanallah.

Ada yang belum saya ceritakan lagi. Semasa khitbah itu saya sempat pusing, selain kurangnya dana, pekerjaan saya sebagai wiraswasta sedang mengalami kejatuhan (bangkrut). Usaha komputer yang saya jalani bangkrut karena 'tertipu' mitra usaha. Dan bulan-bulan itu amat sulit mendapatkan pekerjaan atau ada investor yang berminat untuk membantu kembali berdirinya usaha saya tersebut.

Namun, dua minggu menjelang pernikahan saya. [Rupanya Allah mendengarkan doa saya], saya diterima bekerja di sebuah perusahaan yang bergerak dibidang gas & oil, bagian pajak Divisi keuangan. Alhamdulillah, saya bersyukur dengan bekerjanya saya, mudah-mudahan ada penghasilan untuk bekal keluarga saya kelak, walau status saya di perusahaan tersebut masih kontrak. Rupanya benar ya janji Allah itu, Allah akan mencukupkan rizki seorang hamba-Nya yang bersegera untuk menikah. Menikah, salah satu cara untuk membuka pintu-pintu rizki Allah, menikah juga adalah sebuah sunnah Rasulullah SAW yang mulia. "Barangsiapa yang tidak menikah, maka ia bukan termasuk golonganku"[Al-HADITS]

Jadi kesimpulannya, menikahlah kau.... kau akan kaya. [kaya hati, kaya pikiran, kaya pengalaman dan juga kaya harta-dicukupkan rizkinya-red]

Dimasa-masa sekarang ini, menjadi seorang suami adalah hal yang agak sulit dan butuh adaptasi. Dulu saya belum begitu mengenal istri saya sebelum menikah, dan ketika sudah menikah ada hal-hal yang butuh untuk diselaraskan. Ternyata semuanya membutuhkan kesabaran dan butuh saling pengertian. A little thing mean a lot. Segala sesuatu yang amat kecil ternyata mengandung suatu arti yang besar. Kecupan mesra, panggilan sayang atau sekedar senyuman ternyata begitu berarti untuk pasangan kita. Itulah yang coba saya terapkan. Mengambil dari bukunya M. Faudzil Adhim "Pernikahan Barokah", A Little thing mean a lot.

Menjalani suatu bahtera butuh komunikasi yang baik dan navigasi yang tepat. Dimulainya rasa saling kasih sayang dan pengertian satu sama lain sampai saling cerita untuk mengungkapkan keluh kesah masing-masing. Saya sudah terbiasa dengan sifat istri saya bahkan sebaliknya. Terkadang saya ketularan juga. Misalnya rasa hemat. Istri saya termasuk orang yang bisa mengatur keuangan dan hemat. Alhamdulillah membeli atau memiliki sesuatu ada prioritas penting atau tidak, wajib atau mubah. Ini hemat atau boros. Kemarin-kemarin yang biasanya saya pakai Handphone GSM, mungkin nanti siang saya mau beli TELKOM FLEXI yang pulsanya irit, atas saran istri saya. Walau handsetnya masih terbilang mahalan dikit, namun bulanan FLEXI lumayan murah. Pulsa rumah, bisa dibawa keliling kota dan jaringannya sekarang sudah bagus.

Mungkin itu saja, kita lanjutkan cerita ini lagi nanti...



PENGUMUMAN
Belum ada pengumuman






Kau Yang Terindah

Nama :
Web  :
Pesan :

Blogger.com

(c) Hakcipta Terpelihara. Thanks to Raihan

Engineered by Nanda SyauQi.